Selasa, 24 Januari 2012

“Gaya Gesek pada Bidang Miring”

“Gaya Gesek pada Bidang Miring”
A. Judul
Gaya pada bidang miring
B. Tujuan
Menyelidiki sifat-sofat dan akibat gesekan dari beberapa jenis permukaan benda

C. Dasar Teori
Gaya gesek
Gaya gesek itu timbul karena ada kontak antara 2 permukaan yang
kasar, yaitu permukaan benda yang cenderung akan bergerak atau sedang
bergerak dan permukaan lantai yang ditindihnyaGaya gesek sifatnya selalu melawan gaya yang cenderung menggerakkan
benda. Karena itu arah gaya gesek selalu berlawanan dengan arah
kecenderungan gerak benda.
Gaya gesek ini dapat terjadi pada:
1. gaya gesek antara zat padat dengan zat padat (kayu dengan kayu)
2. gaya gesek antara zat cair dengan zat padat (kelereng dengan oli)
Ketika benda cenderung akan bergerak tetapi belum bergerak, maka
gaya geseknya ini disebut gaya gesek statis.
Ketika benda sudah dalam keadaan bergerak, maka gaya geseknya ini
disebut gaya gesek kinetis.



Mengenai gaya gesek statis:
Selama benda belum bergerak, gaya gesek statis besarnya mengikuti
besar gaya dorong atau gaya tarik yang cenderung menggerakkan benda.
Besar gaya gesek statis memiliki batas maksimum yang besarnya
tergantung pada kekasaran permukaan benda dan gaya kontak antara
lantai dan benda (atau yang kita sebut sebagai gaya normal).
Semakin kasar permukaan benda atau permukaan lantainya, semakin besar pula gaya gesek kinetis.

Sekali lagi ditekankan bahwa besar gaya gesek kinetis ini selalu lebih
kecil dari besar gaya gesek statis maksimum. Karena itu, ketika kita
mendorong benda di atas permukaan yang kasar, pada saat benda belum
bergerak kita harus memberikan gaya dorong yang cukup besar untuk
membuatnya bergerak. Tetapi ketika benda sudah bergerak, gaya dorong
kita bisa dikurangi tanpa membuatnya berhenti bergerak.

Koefisien gesek

Rumus untuk koefisien gesek statik sering dinyatakan dengan:
μ = tan θ
Rumus tersebut merupakan rumus yang digunakan sebagai cara untuk mengukur koefisien gesek. Apabila kita punya sebuah benda, misalnya buku, lalu kita ingin mengetahui berapa koefisien gesek statik antara buku dengan permukaan dari kayu, maka cara mengetahuinya adalah dengan meletakkan buku tersebut di atas permukaan kayu. Kemudian permukaan kayu itu kita miringkan (terhadap horizontal) sedikit demi sedikit. Pada saat awal (sudut kemiringan kecil), buku tidak akanbergerak, tetapi setelah terus dimiringkan, pada sudut kemiringan tertentu (θ) buku akan mulai mulai bergerak, nah tan θ inilah yang merupakan nilai μ.
Terlihat bahwa nilai sudut θ adalah spesial, tidak bisa divariasikan sembarangan, hanya terdapat satu nilai θ untuk koefisien gesek statik antara bahan kayu dan kayu. Hal ini mengakibatkan bahwa rumus diatas tidak bisa dipahami sebagai hubungan ketergantungan antara μs terhadap θ. Rumus itu memberitahu kita bagaimana cara mengukur μ.

Pada bidang miring, koefisien gesek statik diberikan oleh ekspresi : μ = tan θ, dimana θ adalah sudut kemiringan. Secara matematis ini ekuivalen.
Koefesien gesek statik hanya tergantung pada jenis bahan-bahan yang bergesekan. Atau dalam bahasa fisika, koefisien gesek statik merupakan karakteristik dua bahan yang bergesekan (misalnya, antara kayu dengan kayu, dll).
Koefisien gesek statik adalah karakteristik internal dari kemulusan permukaan yg berkaitan, tidak bergantung sama sekali dari berapasudut kemiringan yang kita berikan (faktor eksternal).
Ada beberapa jawaban yang kurang tepat dari faktor-faktor yang mempengaruhi koefisien gesek antara lain:
1. kecepatan relatif
Jawaban ini kurang tepat karena untuk kelajuan sampai beberapa m/s, besarnya koefisien gesek kinetis SAMA ATAU HAMPIR SAMA.

2. Gaya gesek maksimum tergantung pada luas permukaan bidang gesek
Jawaban ini salah karena selama kekasaran permukaan
batu bata adalah sama dan merata (homogen), maka besar gaya geseknya
sama. Kalau tidak percaya, kita bisa melakukan eksperimen, tapi dengan
syarat pastikan dulu bahwa kekasaranpermukaan
batu bata adalah sama dan merata (homogen), maka besar gaya geseknya
sama. Kalau tidak percaya, kita bisa melakukan eksperimen, tapi dengan
syarat pastikan dulu bahwa kekasaran permukaan batu bata tersebut sama dan
merata di kedua permukaan yang akan dihadapkan ke lantai. (ini yang agak susah)

3. Gaya normal, karena fgesek = μ Fnormal
Jawaban ini juga kurang tepat. Ketika dikatakan bahwa f = μ N, ini berarti bahwa gaya gesek itu proporsional terhadap gaya normal yang dialami oleh benda tersebut. Kebalikannya TIDAK berlaku. kita tidak bisa (dan tidak boleh) mengekspresikan gaya normal sebagai N = f / μ, meskipun secara matematis keduanya ekuivalen. Gaya normal tidak dipengaruhi oleh gesekan, melainkan MURNI BERASAL dari persentuhan benda dengan bidang. disini adalah konstanta atau koefisien. Jadi gaya normal berasal atau timbul atau bergantung dari adanya persentuhan benda dengan bidang (koefisien gesek), BUKAN sebaliknya.
(sumber : www.google.com)

Lampu Lava Sederhana

Lampu Lava Sederhana


Pada episode kalo ini, budak fisika akan menampilkan percobaan untuk membuat lampu lava sederhana. Kalo ada yang belum tahu bentuk dan rupanya dapat lihat gambar di bawah ini.


Untuk membuat lampu lava ini, sahabat hanya memerlukan bahan-bahan :
  • Gelas minum bening
  • Minyak sayur
  • Garam
  • Air
  • Pewarna makanan

Langkah Kerja :
  1. Tuangkan air ke dalam gelas sekitar 3/4 nya
  2. Tambahkan 5 tetes pewarna makanan (warna bebas tergantung selera)
  3. Tuangkan secara perlahan-lahan minyak sayur ke dalam gelas. Usahakan agar minyak sayur berada pada lapisan teratas
  4. Kemudian taburkan 1 sendok garam di atas lapisan minyak
  5. Perhatikan fenomena yang terjadi, jika perlu tambahkan 1 sendok garam lagi untuk melihat efeknya berlanjut

Mengapa terjadi demikian? seperti biasa bagi sahabat yang memiliki pendapat, dapat menuliskan komentarnya. Petunjuk yang saya berikan ialah massa jenis. Selamat bereksperimen ya!

Membuat Api dari Es

Membuat Api dari Es

 

Kok aneh ya, bukannya api itu lemah terhadap es ?? Ternyata api dapat dibuat dari es!! Jika sahabat tidak percaya, mari kita buktikan bersama. Ini percobaan lumayan asyik lho!
Selamat mencoba…
Alat dan bahan yang diperlukan:
1. Tempurung kelapa atau mangkuk.
2. Kertas dan plastik.
3. Air.
4. Lemari es.
5. Rumput kering atau benda yang mudah terbakar.
Langkah-langkah pembuatan:
Buatlah lensa cembung dari bahan es, begini cara buatnya :
1. Tempurung/mangkok dialasi dengan kertas dan plastik (agar es mudah dipisahkan dari tempurung atau mangkok).
2. Isi tempurung/mangkok dengan air.
3. Masukkan ke lemari es dan tunggu sampai membeku.
4. Pisahkan es dari tempurung.
Pada siang hari (sekitar pukul 11.00 – 13.00) letakkan rumput kering di tanah lapang dan peganglah lensa cembung buatanmu tadi serta arahkan ke cahaya matahari sedemikian rupa sehingga cahaya terpusat pada rumput kering.

percobaan bandul sederhana

percobaan bandul sederhana

A. Tujuan Percobaan
Menentukan nilai percepatan gravitasi dan ralatnya.
B. Alat dan Bahan Percobaan
  1. Tali atau benang
  2. Statip
  3. Beban
  4. Mistar
  5. Stopwatch
C. Dasar Teori
Gerak Harmonik Sederhana
Gerak harmonik sederhana adalah gerak bolak – balik benda melalui suatu titik keseimbangan tertentu dengan banyaknya getaran benda dalam setiap sekon selalu konstan. Gerak Harmonik Sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu (1) Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Linier, misalnya penghisap dalam silinder gas, gerak osilasi air raksa/ air dalam pipa U, gerak horizontal / vertikal dari pegas, dan sebagainya; (2) Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Angular, misalnya gerak bandul/ bandul fisis, osilasi ayunan torsi, dan sebagainya.
Telaah terhadap bunyi dan getaran sangat berkait bahkan tidak dapat dipisahkan dengan kajian tentang ayunan atau yang disebut juga dengan istilah osilasi. Gejala ini dalam kehidupan kita sehari-hari contohnya adalah gerakan bandul jam, gerakan massa yang digantung pada pegas, dan bahkan gerakan dawai gitar saat dipetik. Ketiganya merupakan contoh-contoh dari apa yang disebut sebagai ayunan.
Beberapa Contoh Gerak Harmonik Sederhana




 

Pendulum (Ayunan Matematis) Contoh lain dari kategori ayunan mekanik, yakni pendulum. Contoh gerak osilasi (getaran) yang populer adalah gerak osilasi pendulum (bandul). Pendulum sederhana terdiri dari seutas tali ringan dan sebuah bola kecil (bola pendulum) bermassa m yang digantungkan pada ujung tali, sebagaimana tampak pada gambar di bawah. Dalam menganalisis gerakan pendulum sederhana, gaya gesekan udara kita abaikan dan massa tali sangat kecil sehingga dapat diabaikan relatif terhadap bola. Kita akan memulai kajian kita dengan meninjau persamaan gerak untuk system seperti yang dsajikan dalam Gambar (1).

Gambar di atas memperlihatkan pendulum sederhana yang terdiri dari tali dengan panjang L dan bola pendulum bermassa m. Gaya yang bekerja pada bola pendulum adalah gaya berat (w = mg) dan gaya tegangan tali FT. Gaya berat memiliki komponen mg cos yang searah tali dan mg sin yang tegak lurus tali. Pendulum berosilasi akibat adanya komponen gaya berat mg sin . Karena tidak ada gaya gesekan udara, maka pendulum melakukan osilasi sepanjang busur lingkaran dengan besar amplitudo tetap sama.
Periode Pendulum/ Ayunan Matematis

Periode pendulum dapat kita tentukan menggunakan persamaan :